Kamis, 07 Mei 2009

THE NEW ERA OF THE CUTOMER BASIS BRAND (1)

Entah sudah ada yang memakai istilah ini atau belum, tapi saya mau memperkenalkan idealisme saya kepada masyarakat mengenai 'The Customer's Basis Brand' atau 'Merek Berbasiskan Pelanggan'. Tidak perlu menjadi pakar di dalam teori pemasaran dan penjualan, yang diperlukan hanya kesediaan kita untuk mendengarkan pelanggan dan melayani sesuai apa yang mereka inginkan sehingga mereka boleh memiliki suatu kenangan yang indah dan positif dari pengalaman atas apa yang mereka beli.

Di dalam bukunya The New Gold Standard, Joseph A. Michelli mengutip pernyataan dari analis bisnis Jennifer Kirby:

'Antena harus dilatih untuk mengetahui kondisi pasar yang terus berubah, misalnya, masukan dari pelanggan, informasi intelijen dari tenaga penjual, pemantauan berita dari mulut ke mulut...'

Lebih lanjut di dalam buku yang sama, beliau mengutip pernyataan Ed Zore, presiden dan pimpinan perusahaan asuransi jiwa Northwestern Mutual Life Insurance company dalam sebuah artikelnya di Harvard Business Review:

'... Kita juga mengukur relevansi dengan mendengarkan pelanggan...'

Tidak dapat disangkal bahwa angka-angka penjualan suatu bisnis menjadi tolak ukur relevansi produk dan jasa yang kita tawarkan kepada pelanggan. Relavansi telah menjadi salah satu faktor penentu rugi-laba suatu perusahaan selain daripada kinerja perusahaan. Dan relevansi produk atau jasa dengan pelanggan hanya terjadi apabila pelanggan percaya bahwa bisnis berkembang ke arah kebutuhan mereka. Jika demikian, kita menyakini bahwa di era ini keikutsertaan pelanggan di dalam suatu bisnis sangat dituntut demi menciptakan apa yang dinamakan 'The Customer's Basis Brand' atau 'Merek Berbasiskan Pelanggan'.

Saya dan anda sekarang pasti sangat yakin bahwa 'The Customer's Basis Brand' dapat menciptakan Customer's Loyalty dan Cash-Free Marketing yang berpengaruh pada eksistensi dan profitabilitas suatu perusahaan.

Semoga bermanfaat!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar