Rabu, 01 April 2009

NILAI SEORANG SALES PERSON


Salam hangat. Saudara, adakah diatara kita yang dahulunya pernah bercita-cita sebagai salesman? Atau pernahkah sewaktu kita kuliah dahulu terbayang untuk menjadi salesman setelah lulus nanti? Amit-amit... Apa bayangan saudara terhadap profil seorang salesman? Jujur kalau saya dulu, ya... salesman itu identik dengan keringat, kusut dan ... (maaf) bau badan (mungkin). Ha.. Ha.. saya yakin saudara-pun membayangkan hal yang sama. Tidak pernah terpikir oleh saya untuk menjadi salesman. Tapi tahukah kita bahwa mayoritas pengusaha sukses ataupun CEO dari suatu perusahaan kecil hingga besar, baik dari dalam hingga luar negeri memulai peranannya dari seorang salesman? Saya akan berikan beberapa contoh mengenai hal ini di artikel berikutnya.

Wow... Mengapa demikian ya...? Well teman, satu hal yang membedakan pekerjaan lain dengan pekerjaan seorang salesman adalah suatu 'tuntutan untuk terus menerus bangkit dari kegagalan yang berkali-kali' (moto keren mereka: Tebel Muka dan Pantang Menyerah). Saya tidak bilang bahwa di dalam pekerjaan lain tidak ada tuntutan atau target yang harus dicapai, tetapi intensitas sangatlah besar di dalam pekerjaan menjual. Berapa banyak caci-makian, cemoohan, ejekan, penolakan, kata-kata yang merendahkan yang dihadapi oleh seorang karyawan selain daripada seorang penjual (salesman)? Anda mau menghitungnya..?

Nah, tantangan untuk melepaskan diri dari perlakuan atau tanggapan luar yang negatif itulah timbul suatu motivasi untuk selalu lebih unggul, lebih berdaya tahan (secara fisik maupun emosional), lebih konsisten dan lebih kreatif. Sehingga seorang salesman yang unggul tidak akan pernah 'MATI GAYA'. Mau bukti..?

Jadi usul saya, bila ingin bercita-cita menjadi jutawan atau milyuner, awalilah atau tambahilah profesi anda sebagai seorang sales. Good Luck!

Note: Jangan heran kalo seorang salesman yang berwajah pas-pasan bisa gandeng cewek atau istri cantik...!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar