Marketing merupakan 'on-going process'. John Jantsch dalam bukunya Pemasaran Duct Tape memberi pandangan yang sangat jelas atas definisi Marketing, yaitu:
Tahu bila tidak suka, tidak berarti. Suka bila tidak percaya, juga tidak berarti. Sebuah komitment di dalam suatu hubungan perusahaan dengan karyawan sama dengan suami dengan istri. Tidak ada komitment terjadi apabila kita tidak pernah masuk dalam proses 'tahu-suka-percaya'.
Demikian pula hubungan antara usaha kita dengan pelanggan. Parameter 'tahu-suka-percaya' harus merupakan parameter dalam usaha mengukur keberhasilan kita. Mengapa? Karena seorang pelanggan yang 'tahu-suka-percaya' kepada produk atau jasa yang kita jual, maka ia (mereka) dipastikan tidak hanya membeli melainkan pula turut bekerjasama dalam memberikan rekomendasi kepada orang lain baik itu teman maupun saudaranya. Di sini pelanggan secara tidak langsung telah merelakan dirinya untuk menjadi salesperson kita.
Mari kita uji hubungan pimpinan (CEO & para Direksi) dengan karyawannya dan hubungan perusahaan dengan pelanggan dengan parameter 'tahu-suka-percaya' (TSP).
Selamat mencoba!
‘Membuat orang yang mempunyai kebutuhan atau masalah khusus supaya tahu, suka, percaya, bekerja sama serta merujuk Anda kepada orang lain yang memiliki kebutuhan dan masalah yang sama’
Tahu bila tidak suka, tidak berarti. Suka bila tidak percaya, juga tidak berarti. Sebuah komitment di dalam suatu hubungan perusahaan dengan karyawan sama dengan suami dengan istri. Tidak ada komitment terjadi apabila kita tidak pernah masuk dalam proses 'tahu-suka-percaya'.
Demikian pula hubungan antara usaha kita dengan pelanggan. Parameter 'tahu-suka-percaya' harus merupakan parameter dalam usaha mengukur keberhasilan kita. Mengapa? Karena seorang pelanggan yang 'tahu-suka-percaya' kepada produk atau jasa yang kita jual, maka ia (mereka) dipastikan tidak hanya membeli melainkan pula turut bekerjasama dalam memberikan rekomendasi kepada orang lain baik itu teman maupun saudaranya. Di sini pelanggan secara tidak langsung telah merelakan dirinya untuk menjadi salesperson kita.
Mari kita uji hubungan pimpinan (CEO & para Direksi) dengan karyawannya dan hubungan perusahaan dengan pelanggan dengan parameter 'tahu-suka-percaya' (TSP).
Selamat mencoba!

Tidak ada komentar:
Posting Komentar